Pemko Tebing Tinggi Laksanakan Langkah Konkret untuk Kurangi Risiko Kecelakaan Perlintasan Kereta Api

Keselamatan di perlintasan kereta api merupakan isu krusial, terutama di kota-kota yang memiliki frekuensi lalu lintas kereta yang tinggi. Kecelakaan perlintasan kereta api dapat menyebabkan dampak yang fatal, baik bagi pengguna jalan maupun penumpang kereta. Untuk itu, Pemerintah Kota (Pemko) Tebing Tinggi mengambil langkah proaktif dalam mengurangi risiko kecelakaan ini. Dengan memfokuskan perhatian pada penguatan regulasi, perbaikan infrastruktur, dan pendekatan sosial, Pemko berkomitmen untuk menciptakan lingkungan yang lebih aman bagi masyarakat.
Komitmen Pemko Tebing Tinggi
Dalam sebuah rapat evaluasi yang dipimpin oleh Sekretaris Daerah Kota Tebing Tinggi, Erwin Suheri Damanik, pada Rabu (3/6/2026) di Aula Dinas Perhubungan, komitmen Pemko untuk meningkatkan keselamatan di perlintasan kereta api ditekankan dengan jelas. Damanik menyatakan, “Kami ingin memastikan kehadiran pemerintah di tengah masyarakat. Yang dibutuhkan masyarakat saat ini bukan hanya pembahasan regulasi, tetapi tindak lanjut nyata untuk meminimalkan risiko kecelakaan di perlintasan kereta api.”
Penguatan Regulasi untuk Keselamatan
Pemko Tebing Tinggi menyadari bahwa regulasi yang kuat adalah dasar dari keselamatan perlintasan kereta api. Dalam upaya ini, Pemko berencana untuk memperkuat koordinasi dengan Kementerian Perhubungan melalui Direktorat Jenderal Perkeretaapian. Hal ini bertujuan untuk memperjelas tanggung jawab pengelolaan perlintasan sebidang yang berada di bawah kewenangan pemerintah pusat.
Langkah-langkah konkret yang akan diambil antara lain:
- Mendorong pembangunan pos penjagaan di titik-titik perlintasan yang membutuhkan perhatian lebih.
- Melakukan evaluasi terhadap regulasi yang ada untuk memastikan kesesuaian dengan kondisi terkini.
- Meningkatkan sosialisasi mengenai peraturan yang berlaku kepada masyarakat.
- Menjalin kerjasama dengan pihak terkait untuk implementasi regulasi yang efektif.
- Melakukan monitoring dan evaluasi berkala terhadap pelaksanaan regulasi.
Pembenahan Infrastruktur dan Personel
Aspek infrastruktur juga menjadi fokus utama dalam upaya Pemko Tebing Tinggi untuk menciptakan perlintasan yang lebih aman. Saat ini, Pemko telah menempatkan petugas penjaga di tujuh titik perlintasan sebidang. Dalam upaya evaluasi, Pemko berencana untuk menambah jumlah petugas sehingga setiap titik dapat dijaga oleh dua orang secara bergantian. Damanik menegaskan, “Kami akan menugaskan BKPSDM untuk menambah personel agar setiap perlintasan memiliki petugas cadangan. Ini penting agar pengawasan tetap berjalan apabila salah satu petugas berhalangan.”
Dukungan dari Berbagai Pihak
Pemko juga berupaya merangkul dukungan dari berbagai pihak, termasuk kementerian, perusahaan, dan lembaga keuangan. Program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) akan dimanfaatkan untuk melengkapi fasilitas keselamatan, seperti seragam dan rompi reflektif bagi petugas serta relawan. Pendekatan ini diharapkan dapat menjamin bahwa petugas yang bertugas di perlintasan kereta api dilengkapi dengan perlengkapan yang memadai untuk mendukung tugas mereka.
Aspek Sosial dan Edukasi Keselamatan
Selain regulasi dan infrastruktur, Pemko Tebing Tinggi juga mengedepankan aspek sosial dalam upaya meningkatkan keselamatan di perlintasan kereta api. Damanik menjelaskan bahwa Pemko akan melakukan kajian mengenai kemungkinan pemberian bantuan sosial bagi korban kecelakaan lalu lintas perkeretaapian. Kerjasama dengan Dinas Sosial dan DPRD Kota Tebing Tinggi akan dilakukan untuk merumuskan regulasi daerah yang mampu memberikan perlindungan lebih baik kepada masyarakat.
Edukasi kepada masyarakat juga sangat penting. Pemko berencana untuk berkoordinasi dengan berbagai pihak untuk memasang papan informasi mengenai jadwal perjalanan kereta api. Selain itu, sosialisasi kepada warga yang tinggal di sekitar rel akan ditingkatkan, serta memastikan tidak ada tanaman atau bangunan yang menghalangi jarak pandang pengguna jalan.
Kerjasama Akademik untuk Penelitian
Dalam upaya untuk terus meningkatkan keselamatan, Pemko juga menjajaki kemungkinan kerjasama akademik dengan institusi pendidikan transportasi. Rencana ini bertujuan untuk menjadikan perlintasan di Tebing Tinggi sebagai objek studi keselamatan berbasis riset. Dengan melakukan penelitian yang mendalam, diharapkan solusi yang lebih efektif dapat ditemukan untuk mengurangi risiko kecelakaan perlintasan kereta api di masa mendatang.
Pemasangan Palang Perlintasan
Saat ini, telah terpasang tujuh palang perlintasan kereta api di Kota Tebing Tinggi. Pemasangan ini merupakan hasil bantuan dari Balai Teknik Perkeretaapian dan PT Jasa Raharja. Titik-titik tersebut berada di lokasi-lokasi strategis, seperti Jalan Abdul Hamid, Jalan Gunung Arjuna, dan Jalan Pulau Belitung. Langkah ini diambil untuk lebih meningkatkan keamanan dan kenyamanan bagi pengguna jalan serta mencegah terjadinya kecelakaan.
Kunjungan Kerja dari Kementerian Perhubungan
Sebagai bagian dari upaya peningkatan keselamatan transportasi perkeretaapian, Direktur Jenderal Perkeretaapian Kementerian Perhubungan dijadwalkan melakukan kunjungan kerja ke Kota Tebing Tinggi. Dalam kunjungan ini, akan dilakukan peninjauan terhadap sejumlah titik perlintasan yang telah dipasang palang. Hal ini diharapkan dapat memberikan masukan yang berguna bagi pemkot dalam pengembangan lebih lanjut terkait keselamatan perlintasan kereta api.
Dengan langkah-langkah yang terencana dan terkoordinasi ini, Pemko Tebing Tinggi menunjukkan komitmennya untuk menciptakan lingkungan yang lebih aman bagi masyarakat. Keselamatan di perlintasan kereta api bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi juga membutuhkan partisipasi aktif dari seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama menciptakan kesadaran akan pentingnya keselamatan berlalu lintas. Dengan demikian, diharapkan angka kecelakaan perlintasan kereta api dapat ditekan secara signifikan, menjadikan perjalanan masyarakat lebih aman dan nyaman.