Grab Business Forum 2026 Menekankan Strategi Ekspansi Cerdas untuk Pertumbuhan Optimal

Memasuki paruh kedua tahun 2026, perusahaan di seluruh dunia menghadapi tantangan yang semakin rumit. Dengan situasi geopolitik yang tidak menentu, fluktuasi harga energi, gangguan pada rantai pasokan, dan percepatan integrasi teknologi serta AI, bisnis harus beradaptasi dengan cara yang lebih cerdas dan disiplin. Setiap langkah strategis, investasi teknologi, dan keputusan operasional harus memberikan dampak yang nyata terhadap efisiensi, produktivitas, dan performa keseluruhan perusahaan.
Grab Business Forum 2026: Menjawab Tantangan Bisnis Modern
Dalam rangka menghadapi tantangan tersebut, Grab Indonesia menyelenggarakan Grab Business Forum 2026 dengan tema “The Next Chapter: Scale Smarter, Execute Faster” pada tanggal 9 Juni di Jakarta. Acara ini berfungsi sebagai platform bagi para pemimpin bisnis, pembuat kebijakan, ekonom, dan praktisi industri untuk bertukar pandangan dalam menavigasi fase pertumbuhan berikutnya dengan lebih bijaksana, disiplin, dan siap untuk tindakan.
Diskusi Relevan di Tengah Kompleksitas Bisnis
Diskusi yang berlangsung di forum ini sangat relevan dengan tantangan yang dihadapi oleh banyak perusahaan, yaitu menemukan keseimbangan antara agenda pertumbuhan dan disiplin biaya, produktivitas, serta kecepatan operasional. Di satu sisi, 47% pemimpin bisnis di Asia Tenggara menganggap inovasi sebagai pendorong utama pertumbuhan. Namun, 56% CFO menjadikan pengoptimalan biaya sebagai prioritas utama untuk tahun 2026. Kompleksitas ini semakin meningkat dengan adopsi cepat teknologi AI, di mana 91% organisasi berencana untuk meningkatkan investasi mereka di AI, tetapi hanya 25% yang melaporkan bahwa inisiatif AI dan otomatisasi mereka telah memberikan hasil yang sesuai harapan. Selain itu, beban administratif dan proses kerja yang berulang masih menjadi penghalang produktivitas dan memperlambat pelaksanaan strategi.
Perspektif Ekonomi dari Para Pemimpin
Pada tahun ketujuh penyelenggaraan Grab Business Forum, M. Chatib Basri, seorang ekonom senior Indonesia dan mantan Menteri Keuangan Republik Indonesia, serta Stella Christie, Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Republik Indonesia, membagikan pandangan mereka mengenai dinamika ekonomi, teknologi, dan kebutuhan dunia usaha untuk menangkap peluang pertumbuhan yang lebih terarah di tengah tantangan global. Dengan tema “The Next Chapter: Scale Smarter, Execute Faster”, Grab menekankan pentingnya pertumbuhan yang lebih terarah dan pelaksanaan yang lebih gesit.
Pertumbuhan yang Cerdas dalam Dinamika Ekonomi
Kebutuhan untuk tumbuh dengan cara yang lebih cerdas dan cepat menjadi semakin krusial mengingat dinamika ekonomi yang lebih luas. Bank Dunia memperkirakan bahwa pertumbuhan di kawasan Asia Timur dan Pasifik akan melambat menjadi 4,2% tahun ini, turun dari 5,0% pada tahun sebelumnya. Hal ini menunjukkan bahwa tekanan yang dialami oleh dunia bisnis adalah bagian dari dinamika ekonomi yang lebih kompleks, sehingga perusahaan perlu lebih tajam dalam menentukan prioritas, lebih disiplin dalam mengalokasikan sumber daya, dan lebih cepat dalam menerjemahkan strategi ke dalam tindakan.
Dinamika Pertumbuhan dan Produktivitas
Dalam sesi keynote, Chatib Basri membahas dinamika ekonomi global dan implikasinya bagi strategi pertumbuhan korporasi. Ia menyatakan bahwa dalam kondisi global yang terus berubah saat ini, perusahaan tidak dapat lagi mengandalkan faktor-faktor pertumbuhan tradisional seperti biaya modal yang rendah atau tenaga kerja yang murah. “Pertumbuhan di masa depan akan semakin ditentukan oleh kemampuan perusahaan untuk meningkatkan produktivitas, mengalokasikan sumber daya dengan lebih tepat, serta membangun ketahanan yang memungkinkan bisnis tetap adaptif terhadap perubahan tanpa kehilangan momentum pertumbuhan,” ujarnya.
Kesiapan Manusia dalam Adopsi Teknologi
Di kesempatan yang sama, Stella Christie menegaskan bahwa keberhasilan dalam adopsi teknologi AI tidak hanya tergantung pada teknologi yang digunakan, tetapi juga pada kesiapan manusia yang akan mengimplementasikannya. “Perusahaan harus mampu memilah dengan jelas tantangan yang perlu diatasi dengan AI dan yang tidak, menentukan waktu adopsi yang tepat, serta mempersiapkan talenta yang mampu menggunakan AI dengan cara yang kritis dan bertanggung jawab. Yang tak kalah penting, setiap adopsi AI harus tetap mempertahankan keterlibatan manusia dalam prosesnya, untuk memastikan bahwa teknologi mendukung pengambilan keputusan tanpa menghilangkan peran manusia dalam memahami konteks, menilai hasil, dan memastikan dampaknya relevan dengan kebutuhan bisnis,” jelasnya.
Eksekusi Operasional yang Adaptif dan Efisien
Perspektif yang disampaikan oleh keduanya menekankan pentingnya eksekusi operasional yang adaptif, terukur, dan berbasis teknologi untuk mendorong pertumbuhan bisnis. Di tengah meningkatnya kompleksitas yang dihadapi banyak perusahaan, tantangan untuk menerjemahkan strategi menjadi eksekusi yang konsisten dan berdampak masih sangat relevan, sehingga ruang diskusi yang dihadirkan oleh Grab menjadi semakin penting.
Strategi Pertumbuhan yang Berkelanjutan
Menurut Neneng Goenadi, CEO Grab Indonesia, dalam kondisi bisnis yang semakin rumit, peluang pertumbuhan masih ada, namun cara-cara lama untuk tumbuh semakin terbatas. Pertumbuhan di masa depan akan menuntut kemampuan untuk scale smarter melalui penetapan prioritas yang lebih tepat dan alokasi sumber daya yang lebih akurat, serta execute faster dengan memanfaatkan teknologi dan AI untuk meningkatkan produktivitas, visibilitas, kontrol, dan pengambilan keputusan berbasis data. “Melalui Grab Business Forum 2026, kami ingin memberikan perspektif dari berbagai industri yang dapat membantu para pemimpin bisnis menerjemahkan ambisi pertumbuhan mereka menjadi hasil yang terukur,” ungkap Neneng.
Tantangan dalam Mengimplementasikan Teknologi
Di sisi lain, tantangan tetap ada ketika perusahaan harus menerjemahkan penggunaan teknologi menjadi manfaat bisnis yang nyata. Roy Nugroho, Direktur Komersial Grab Indonesia, menyatakan, “Banyak perusahaan telah merumuskan strategi pertumbuhan yang solid, namun masih menghadapi kendala dalam operasional sehari-hari yang memperlambat pelaksanaan. Oleh karena itu, Grab For Business kami dirancang sebagai platform layanan B2B yang membantu perusahaan mengelola kebutuhan operasional sehari-hari, mulai dari transportasi karyawan, perjalanan bisnis, santapan bisnis, hingga pengantaran, secara lebih terstruktur dan terukur. Dengan visibilitas yang lebih baik, kontrol yang lebih kuat, dan proses yang lebih otomatis, perusahaan dapat mempercepat eksekusi bisnis dan membebaskan tim untuk fokus pada aktivitas yang menciptakan nilai.”
Dampak Positif Grab For Business di Berbagai Perusahaan
Manfaat dari Grab For Business juga dirasakan oleh berbagai perusahaan di Indonesia. Dedi Budi Utomo, Direktur Manajemen Human Capital dan Administrasi PLN Icon Plus, menyatakan, “Bagi PLN Icon Plus, keberlanjutan merupakan bagian dari cara kami melangkah ke depan. Grab For Business membantu kami dengan akses terhadap armada kendaraan listrik, serta memudahkan pengelolaan mobilitas ribuan karyawan dari Kantor Pusat Jakarta hingga berbagai kantor cabang di seluruh Indonesia untuk mendukung kegiatan operasional. Dengan visibilitas transaksi secara real-time, proses pengecekan laporan yang sebelumnya memakan waktu berhari-hari kini dapat dilakukan dalam hitungan menit.”
Keuntungan dari Otomatisasi Proses
Berdasarkan riset dari Forrester, otomatisasi proses klaim pengeluaran melalui Grab For Business dapat menghemat lebih dari 11.500 jam kerja setiap tahunnya.
Mendukung Keberlanjutan Perusahaan
Selain meningkatkan efisiensi operasional, Grab For Business juga membantu perusahaan dalam mengembangkan, mengukur dampak, dan melaporkan dampak keberlanjutan dari perjalanan bisnis mereka. Saat ini, Grab mengoperasikan lebih dari 14.000 armada kendaraan listrik di Indonesia dan menargetkan untuk meningkatkan jumlah armada tersebut hingga tiga kali lipat pada akhir tahun 2026. Melalui GFB Sustainability Report, perusahaan dapat mengakses data emisi, mendukung kebutuhan pelaporan Scope 3, serta memperkuat pelaporan ESG dengan data yang lebih terukur.
Komitmen Grab dalam Mendukung Transformasi Bisnis
Melalui Grab Business Forum 2026, Grab menegaskan komitmennya untuk membantu perusahaan membangun sistem operasional yang lebih terhubung, terstruktur, dan efisien agar mampu menghadapi era baru transformasi dalam lanskap bisnis yang semakin kompleks, serta menciptakan pertumbuhan yang berkelanjutan.




