Payakumbuh

Payakumbuh Tingkatkan SAKIP Berbasis AI untuk Pelayanan Publik yang Cepat dan Akuntabel

Pemerintah Kota Payakumbuh tengah berkomitmen untuk memperkuat tata kelola pemerintahan yang lebih transparan dan akuntabel, terutama melalui penerapan Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (SAKIP) yang berbasis teknologi kecerdasan buatan (AI). Dengan langkah ini, diharapkan layanan publik dapat ditingkatkan secara signifikan, memberikan kemudahan akses dan respons yang lebih cepat kepada masyarakat. Dalam rangka persiapan menghadapi evaluasi SAKIP tahun 2026, Payakumbuh berupaya untuk memanfaatkan teknologi terkini yang dapat meningkatkan kualitas pengawasan dan akuntabilitas kinerja pemerintahan.

Rapat Evaluasi SAKIP 2025

Pada hari Rabu, di Ruang Pertemuan Riza Falepi, Balai Kota Payakumbuh, telah dilaksanakan rapat evaluasi SAKIP yang dipimpin oleh Sekretaris Daerah Kota Payakumbuh, Rida Ananda. Rapat ini dihadiri oleh seluruh kepala perangkat daerah serta Tim SAKIP Kota Payakumbuh. Kegiatan ini merupakan langkah nyata untuk memastikan bahwa setiap aspek dalam pemerintahan dapat dikelola dengan baik dan terukur.

Komitmen Wali Kota

Langkah ini merupakan respons terhadap arahan Wali Kota Payakumbuh, Zulmaeta, yang menekankan pentingnya budaya kerja birokrasi yang adaptif dan berorientasi pada hasil yang nyata bagi masyarakat. Dengan memanfaatkan teknologi, diharapkan setiap kebijakan yang diambil dapat menjawab kebutuhan dan harapan masyarakat secara lebih efektif.

Persiapan Menghadapi Kebijakan KemenPANRB

Kegiatan ini juga berfungsi sebagai persiapan untuk menghadapi kebijakan dari Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (KemenPANRB). Kebijakan tersebut akan menerapkan sistem evaluasi SAKIP yang berbasis AI, yang bertujuan untuk meningkatkan efektivitas, objektivitas, dan akurasi dalam penilaian kinerja pemerintah daerah. Dengan demikian, SAKIP berbasis AI diharapkan dapat memberikan hasil yang lebih akurat dan bermanfaat.

Apresiasi atas Capaian SAKIP

Dalam kesempatan tersebut, Wali Kota Payakumbuh melalui Sekretaris Daerah Rida Ananda memberikan apresiasi terhadap prestasi SAKIP Kota Payakumbuh yang berhasil mempertahankan predikat BB, dengan peningkatan nilai dari 76,01 menjadi 76,31 menurut evaluasi KemenPANRB. Capaian ini menunjukkan komitmen yang kuat dari seluruh perangkat daerah dalam upaya memperbaiki kualitas kinerja pemerintahan.

Tindak Lanjut Evaluasi

Rida Ananda menekankan pentingnya tindak lanjut dari rekomendasi hasil evaluasi, agar manfaat pembangunan dapat dirasakan oleh masyarakat. Peningkatan nilai SAKIP ini terjadi pada seluruh komponen penilaian, termasuk perencanaan kinerja, pengukuran kinerja, pelaporan, dan evaluasi internal. Namun, masih terdapat beberapa catatan yang perlu diperhatikan, terutama terkait dengan penjenjangan kinerja yang belum sepenuhnya selaras antara sasaran strategis daerah dan pelaksanaan program di tingkat perangkat daerah.

Pentingnya Penyelarasan Program

Penyelarasan antara program yang dibiayai oleh APBD dan kebutuhan masyarakat menjadi kunci untuk mencapai target pembangunan yang diinginkan. Rida menegaskan bahwa setiap program yang dilaksanakan harus benar-benar memberikan kontribusi yang signifikan terhadap pencapaian tujuan pembangunan daerah.

Kesiapan Menghadapi Evaluasi AI

Dalam menghadapi evaluasi SAKIP berbasis AI, Payakumbuh menunjukkan kesiapan yang cukup baik. Hasil survei dari Pusat Studi Tata Kelola dan Reformasi Administrasi Universitas Indonesia (UI-CSGAR) menempatkan Payakumbuh di peringkat kedua terbaik di Sumatera Barat dalam hal kesiapan dokumen dan dukungan teknis. Hal ini membuka peluang bagi Payakumbuh untuk menjadi daerah percontohan dalam penerapan evaluasi SAKIP berbasis AI.

Manfaat Teknologi AI

Pemanfaatan teknologi AI sebagai Decision Support System diharapkan mampu mempercepat proses telaah dokumen perencanaan dan pelaporan kinerja pemerintah. Proses yang sebelumnya memakan waktu hingga dua pekan kini dapat dilakukan dalam dua hingga tiga hari. Dengan percepatan ini, diharapkan pengambilan keputusan dapat dilakukan dengan lebih cepat, tepat, dan berbasis data yang akurat.

Langkah-langkah untuk Mendukung Kesiapan

Untuk memastikan kesiapan dalam implementasi SAKIP berbasis AI, seluruh perangkat daerah diharapkan menyelesaikan tindak lanjut hasil evaluasi SAKIP paling lambat 30 Juni 2026. Selain itu, mereka juga diminta untuk melakukan standardisasi dokumen kinerja dalam format PDF Text. Penyempurnaan aplikasi E-SAKIP Kota Payakumbuh juga menjadi prioritas, agar proses monitoring dan evaluasi dapat dilakukan secara digital dan terintegrasi.

Tujuan Utama Penguatan SAKIP

Rida Ananda menegaskan bahwa tujuan utama dari penguatan SAKIP bukan semata-mata untuk meningkatkan nilai evaluasi, melainkan untuk memastikan bahwa setiap kebijakan dan penggunaan anggaran dapat memberikan manfaat yang terukur bagi masyarakat. Peningkatan akuntabilitas kinerja diyakini telah memberikan kontribusi positif terhadap berbagai capaian pembangunan daerah.

Capaian Pembangunan Daerah

Di tahun 2025, Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kota Payakumbuh diprediksi meningkat dari 80,76 menjadi 81,62, dan masuk dalam kategori sangat tinggi. Hal ini menempatkan Payakumbuh pada posisi tiga besar tertinggi di Sumatera Barat. Selain itu, sektor kesejahteraan juga menunjukkan kemajuan, dengan angka kemiskinan turun menjadi 4,95 persen, lebih rendah dibandingkan dengan rata-rata Sumatera Barat yang mencapai 5,31 persen dan tingkat nasional sebesar 8,25 persen.

Perbaikan Ketimpangan Pendapatan

Perbaikan ketimpangan pendapatan juga dapat dilihat dari penurunan rasio gini, yang berkurang dari 0,313 menjadi 0,271. Di tengah berbagai tantangan, termasuk kebakaran besar di kawasan Pertokoan Blok Barat dan gangguan pada jalur transportasi utama, perekonomian Payakumbuh tetap tumbuh sebesar 3,55 persen, lebih tinggi dari rata-rata pertumbuhan ekonomi Sumatera Barat yang hanya mencapai 3,37 persen.

Akuntabilitas dalam Penggunaan Anggaran

Rida Ananda menekankan bahwa akuntabilitas tidak hanya merupakan kewajiban administratif, tetapi juga merupakan upaya untuk memastikan bahwa setiap rupiah anggaran yang digunakan oleh pemerintah mampu memberikan manfaat nyata. Ini mencakup peningkatan kualitas pelayanan publik dan mendukung kesejahteraan masyarakat secara keseluruhan. Melalui penguatan SAKIP dan transformasi digital berbasis AI, Pemerintah Kota Payakumbuh berharap dapat meningkatkan kualitas pelayanan publik yang lebih cepat, transparan, dan tepat sasaran.

Back to top button