Revitalisasi Masjid Puspahiang: Aksi Nyata Camat Setiap Jumat untuk Kebangkitan Komunitas

Pagi hari di Puspahiang, Tasikmalaya, meskipun belum menunjukkan pukul delapan, suara sapu dan tawa warga sudah menghiasi halaman masjid desa. Suasana yang tampak sederhana ini merupakan bagian dari sebuah gerakan yang bertujuan menghidupkan kembali ruang ibadah melalui Program Kecamatan Peduli Masjid.
Aksi Nyata Camat Puspahiang Setiap Jumat
Setiap Jumat, Camat Puspahiang, Usep Gunawan, memimpin langsung tim aparat kecamatan untuk turun ke desa. Kegiatan ini bukanlah untuk mengadakan rapat atau seremonial belaka, melainkan untuk berpartisipasi aktif dengan membawa sapu, lap, dan semangat gotong royong dalam membersihkan masjid-masjid yang ada.
Inisiatif ini bermula dari keprihatinan terkait kondisi masjid yang tidak terawat dengan baik, terutama masjid-masjid yang tidak memiliki marbot tetap. “Ini adalah bagian dari usaha kami mendukung visi Kabupaten Tasikmalaya yang religius dan islami,” ungkap Usep dengan penuh semangat.
Menghidupkan Kembali Ruang Ibadah
Sejak pelaksanaan program ini dimulai, kegiatan pembersihan masjid terus berlangsung meskipun sempat terhenti pada bulan Ramadan. Dari delapan desa yang terdapat di Kecamatan Puspahiang, enam desa telah dikunjungi untuk kegiatan ini, sementara dua desa lainnya, Mandalasari dan Sukasari, masih menunggu giliran.
Setiap kegiatan dimulai sekitar pukul 08.00 WIB dan biasanya selesai dalam waktu kurang dari tiga jam. Dalam beberapa kesempatan, tim bahkan mampu membersihkan dua masjid dalam satu hari. Hal ini menunjukkan dedikasi dan efisiensi tim dalam melaksanakan program ini.
Pemberdayaan Masyarakat Melalui Kebersihan
Menariknya, program ini tidak hanya melibatkan pihak kecamatan. Seluruh aparat kecamatan, kecuali petugas pelayanan, terjun langsung ke lapangan. Mereka berbaur dengan masyarakat, membersihkan lantai masjid, merapikan halaman, dan memastikan fasilitas wudhu kembali dalam kondisi layak digunakan.
Tanpa adanya sekat jabatan dan formalitas yang berlebihan, program ini mengedepankan kerja sama. Lebih dari sekadar kegiatan bersih-bersih, aksi ini perlahan-lahan menjadi ruang silaturahmi yang memperkuat hubungan antar warga.
- Kebersihan masjid menjadi tanggung jawab bersama.
- Warga dapat menyampaikan aspirasi tanpa perlu forum resmi.
- Kegiatan ini mendukung rasa memiliki terhadap masjid.
- Masyarakat mulai berinisiatif menjaga kebersihan secara rutin.
- Hubungan antar warga semakin harmonis.
Mendengar Aspirasi Warga
Di tengah kegiatan, obrolan santai mengalir dengan sendirinya. Dari interaksi ini, aspirasi warga muncul tanpa perlu forum resmi atau mikrofon. “Secara tidak langsung, ini menjadi cara kami untuk menyerap aspirasi masyarakat,” kata Usep.
Respons dari kepala desa dan masyarakat pun sangat positif. Mereka memberikan apresiasi atas inisiatif ini. Bahkan, di beberapa tempat, masyarakat mulai tergerak untuk menjaga kebersihan masjid secara mandiri, tanpa harus menunggu program kembali.
Peluang Pengembangan Program ke Depan
Walaupun demikian, Usep menyadari bahwa program ini masih memiliki potensi untuk berkembang lebih jauh. Saat ini, fokus kegiatan masih pada aspek kebersihan, dan belum terdapat agenda tambahan seperti bantuan sosial atau pembagian sembako. Namun, Usep membuka peluang untuk pengembangan tersebut di masa depan.
“Kami ingin melakukannya secara bertahap. Minimal, kami bantu dari sisi kebersihan terlebih dahulu,” ujarnya. Ada satu hal penting yang menjadi penekanan dari kecamatan, yaitu imbauan untuk memulai setiap aktivitas dengan membaca Al-Qur’an. Instruksi ini telah disampaikan ke desa-desa dan mulai diikuti sebelum kegiatan berlangsung.
Komitmen Jangka Panjang
Bagi Usep, program ini tidak hanya sekadar agenda sementara, melainkan merupakan sebuah komitmen yang berkelanjutan. Ia bahkan menegaskan bahwa siapapun yang kelak memimpin Kecamatan Puspahiang, program ini harus tetap dilanjutkan.
“Ini harus terus berlanjut. Jangan sampai hilang,” tegasnya dengan penuh keyakinan. Di tengah banyaknya program yang datang dan pergi, langkah kecil dari Puspahiang ini terasa berbeda. Setiap Jumat, perubahan yang terlihat di lantai masjid yang lebih bersih dan hubungan antar warga yang semakin hangat menjadi bukti nyata dari komitmen ini.
Dengan upaya yang konsisten, Camat Puspahiang dan timnya telah menunjukkan bahwa revitalisasi masjid bukan hanya tentang fisik, tetapi juga tentang membangun kembali semangat kebersamaan dalam masyarakat. Dan setiap langkah kecil ini, meskipun sederhana, memiliki dampak yang signifikan bagi kebangkitan komunitas.

