Istri Pelaut Melaporkan Ditelantarkan oleh Suami yang Berlayar

Di tengah kesibukan hidup, terkadang kita dihadapkan pada masalah yang tak terduga. Kisah Sartika br Hutauruk, seorang istri pelaut dari Medan Denai, menjadi contoh nyata bagaimana kepercayaan bisa berujung pada pengkhianatan. Dalam sebuah pengakuan yang menggugah, Sartika menceritakan pengalaman pahitnya ditelantarkan oleh suaminya yang berlayar. Apa yang awalnya tampak sebagai perjalanan untuk mencari nafkah, berubah menjadi kisah duka yang penuh dengan kebohongan dan perselingkuhan.
Awal Mula Perjalanan yang Menyakitkan
Saat ditemui di sekitar Jalan H.M Said, Kota Medan, pada hari Jumat (10/4/2026), Sartika menceritakan bagaimana permasalahan ini bermula ketika suaminya, yang dikenal dengan inisial RT, meminta izin untuk berlayar. Sebagai seorang istri dari pelaut, Sartika merasa wajar memberikan izin kepada suaminya untuk kembali ke laut pada Februari 2020.
“Suami saya meminta izin untuk berlayar pada bulan Februari tahun 2020. Dia memang seorang pelaut yang berpengalaman dan saat itu akan berangkat ke Batam,” ungkap Sartika dengan nada penuh emosi.
Komunikasi yang Menipis
Awalnya, hubungan mereka tampak baik-baik saja meskipun ada kendala komunikasi akibat kesibukan suami dan kondisi jaringan yang tidak selalu mendukung. Namun, seiring berjalannya waktu, intensitas komunikasi antara Sartika dan suaminya mulai berkurang secara signifikan.
Beberapa bulan setelah suaminya berlayar, Sartika mulai merasakan adanya perubahan. Kepercayaannya kepada suami mulai tergerus ketika komunikasi yang dulunya intens, kini mulai menipis.
Kejutan yang Menghancurkan
Puncak dari semua ini terjadi pada bulan Juli 2021. Sartika, ibu dari tiga orang anak, menerima pesan singkat yang mengubah hidupnya selamanya. Pesan tersebut berisi foto suaminya bersama seorang wanita yang tidak dikenalnya, wanita yang tampak akrab sambil menggendong seorang anak.
“Dia (suami) menjelaskan bahwa karena adanya COVID-19, dia tidak bisa pulang. Namun, saya kaget ketika foto itu dikirim oleh wanita bernama LP, yang menggunakan nomor yang berbeda,” ceritanya dengan penuh rasa sakit. “Saya tidak percaya suami saya bisa berfoto mesra dengan wanita dan anak itu.”
Mencari Kebenaran di Balik Kebohongan
Masih dalam keadaan tidak percaya, Sartika pun berusaha mencari tahu kebenaran dari foto yang dikirimkan. Melalui akun media sosial, ia menelusuri jejak wanita yang diduga telah merebut suaminya.
“Di foto itu ada watermark dengan nama wanita tersebut. Saya kemudian mencarinya di media sosial dan menemukan foto-foto mereka bertiga yang diunggah di akun Facebooknya,” jelasnya. Penemuan ini mengguncang hatinya dan menambah beban emosional yang sudah ia rasakan.
Isu Perselingkuhan yang Viral
Setelah isu perselingkuhan suaminya mencuat di media sosial, Sartika berhadapan dengan narasi yang tidak adil. Keluarga suaminya malah berusaha memfitnahnya, seolah-olah dia yang berselingkuh dengan pria lain saat suaminya berada di laut.
“Mereka membuat cerita seolah-olah saya yang lebih dulu berselingkuh. Padahal, mereka yang melakukan perselingkuhan,” tegasnya. Dia merasa sangat tertekan oleh situasi ini, di mana kebenaran justru dibalikkan.
Fakta Menyedihkan dan Pernikahan yang Tersembunyi
Sartika kemudian mengetahui bahwa suaminya telah menikahi wanita tersebut pada bulan November 2021. Lebih menyedihkan lagi, sebelum pernikahan itu terjadi, wanita itu sudah melahirkan anak yang diduga merupakan hasil hubungan gelap mereka pada bulan Juni 2021.
“Pada bulan Juni 2021, mereka sudah memiliki anak, dan pernikahan di Batam terjadi pada bulan November 2021,” ujarnya, menahan air mata. Hal ini menunjukkan betapa cepatnya kehidupan suaminya berubah tanpa sepengetahuannya.
Langkah Hukum yang Diambil
Menyadari bahwa kasusnya semakin rumit dan tidak kunjung menemukan titik terang, Sartika pun melaporkan dugaan perselingkuhan suaminya ke Polres Barelang, Polda Kepulauan Riau, pada Jumat (20/3/2026). Dia merasa perlu untuk mengambil langkah hukum untuk melindungi dirinya dan anak-anaknya.
“Laporkan saya sudah diterima oleh Polres Barelang, dan mereka telah memeriksa beberapa saksi,” katanya. Dia berharap proses hukum ini dapat memberikan keadilan bagi dirinya dan anak-anaknya yang tidak bersalah.
Perjuangan Seorang Ibu
Di tengah semua kesulitan ini, Sartika tetap berusaha untuk tegar demi anak-anaknya. Meskipun perasaannya hancur, ia menyadari bahwa ia harus terus berjuang untuk masa depan mereka. Ini bukan hanya tentang dirinya, tetapi juga tentang anak-anak yang membutuhkan sosok ibunya yang kuat.
- Menjaga komunikasi yang baik dengan anak-anak.
- Berusaha untuk tetap positif meski dalam situasi sulit.
- Mencari dukungan dari teman dan keluarga.
- Melanjutkan perjuangan hukum untuk mendapatkan keadilan.
- Menjadi teladan yang kuat bagi anak-anaknya.
Refleksi dan Harapan di Masa Depan
Kisah Sartika adalah pengingat bahwa dalam hidup, kita tidak pernah tahu apa yang akan terjadi selanjutnya. Kepercayaan yang diberikan kepada pasangan bisa saja berujung pada pengkhianatan. Namun, di tengah semua kesedihan dan kekecewaan, ada harapan untuk bangkit dan menemukan kebahagiaan baru.
Sartika berharap bahwa dengan melaporkan suaminya, dia bisa mendapatkan keadilan dan mempertahankan haknya sebagai seorang istri dan ibu. Dia ingin anak-anaknya tumbuh dalam lingkungan yang aman dan penuh kasih sayang, tanpa harus terpengaruh oleh kesalahan orang dewasa.
Keberanian Sartika untuk berbicara dan melawan ketidakadilan adalah langkah yang patut dicontoh. Setiap wanita berhak untuk mendapatkan cinta dan penghargaan, bukan pengkhianatan. Dengan tekad yang kuat, Sartika menunjukkan bahwa meskipun hidup memberinya cobaan yang berat, dia tetap bersedia berjuang demi masa depan yang lebih baik.

