MTQ Medan 2026 dengan Anggaran Rp1,6 Miliar Dapat Kritik karena Venue Berlumpur dan Kejadian Pengunjung Jatuh

Pelaksanaan Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) ke-59 di Kota Medan pada tahun 2026 kembali menjadi sorotan publik. Memasuki hari ketiga acara, keluhan dari peserta dan pengunjung mulai bermunculan, terutama terkait dengan kondisi venue yang berlumpur dan belum sepenuhnya siap untuk digunakan.
Anggaran Besar, Fasilitas Terbatas
Kegiatan yang berlangsung di kawasan Jalan Gatot Subroto Km 5, Kecamatan Medan Sunggal ini direncanakan menghabiskan anggaran hampir Rp1,6 miliar yang bersumber dari APBD Kota Medan 2026. Namun di lapangan, banyak fasilitas yang masih dianggap tidak memadai untuk mendukung acara sebesar ini.
Sejumlah alat berat seperti mini excavator dan excavator besar terlihat masih bekerja meratakan tanah di area venue. Ironisnya, lokasi tersebut sudah digunakan sebagai tempat parkir untuk kendaraan roda dua dan roda empat, yang semakin memperburuk kondisi area.
Kendala Akses Masuk bagi Pengunjung
Para pengunjung yang datang terpaksa melewati jalan tanah yang becek, tidak rata, dan licin. Hal ini membuat banyak dari mereka kesulitan untuk memasuki area acara dengan aman.
“Sangat menyulitkan. Untuk masuk saja harus ekstra hati-hati, karena bisa saja motor tergelincir. Area parkir juga becek,” keluh salah satu pengunjung yang merasa tidak nyaman dengan keadaan tersebut.
Lebih parahnya lagi, beberapa pengunjung dilaporkan mengalami terpeleset saat berjalan kaki dari area parkir menuju lokasi utama MTQ. Kejadian ini menimbulkan kekhawatiran tentang keselamatan dan kenyamanan semua orang yang hadir selama acara berlangsung.
Resmi Dibuka oleh Wali Kota Medan
MTQ ke-59 Kota Medan dibuka secara resmi oleh Wali Kota Rico Tri Putra Bayu Waas pada Sabtu, 11 April 2026. Acara tahunan yang bernuansa religi ini direncanakan berlangsung hingga 18 April 2026, dengan harapan memberikan pengalaman bernilai bagi semua peserta.
Rincian Anggaran dan Penyelenggaraan
Berdasarkan data dari Layanan Pengadaan Secara Elektronik (LPSE), total anggaran untuk kegiatan ini mencapai Rp1.599.940.900 dan mencakup paket tender untuk jasa event organizer. Proyek ini berada di bawah satuan kerja Kecamatan Medan Sunggal, dengan Camat Medan Sunggal Irfan Abdilla sebagai Pejabat Pembuat Komitmen (PPK).
Penyelenggaraan MTQ ini terdaftar dengan nomor paket 10120502000, berjudul “Tender Jasa Event Organizer Penyelenggaraan MTQ Tk.Kota Medan Th.2026.”
Perusahaan yang berhasil memenangkan tender adalah PT Angsamas Ratu Tama dengan nilai penawaran sebesar Rp1.589.503.350. Meskipun anggaran yang dikeluarkan cukup besar, kondisi di lapangan menunjukkan bahwa persiapan masih jauh dari harapan.
Kritik Terhadap Kesiapan Penyelenggaraan
Banyak pihak mulai mempertanyakan sejauh mana kesiapan penyelenggaraan MTQ ini dan seberapa efektif pengawasan terhadap penggunaan anggaran yang ada. Besarnya dana yang dialokasikan tidak sejalan dengan kenyataan di lapangan yang banyak dianggap tidak layak.
- Fasilitas yang tidak memadai.
- Keamanan yang diragukan.
- Ketidaknyamanan bagi pengunjung dan peserta.
- Kurangnya perhatian terhadap detail teknis.
- Perlu adanya evaluasi yang lebih ketat dari pihak terkait.
Pengawasan yang lebih baik terhadap penggunaan anggaran dan kualitas penyelenggaraan diperlukan agar acara keagamaan berskala besar ini tidak hanya berfokus pada aspek seremoni. Kualitas fasilitas serta kenyamanan semua peserta dan pengunjung harus menjadi prioritas utama.
Pengalaman Pengunjung yang Mengkhawatirkan
Setiap tahun, MTQ diharapkan dapat menjadi momen yang tidak hanya merayakan kecintaan terhadap Al-Qur’an tetapi juga menjunjung tinggi keselamatan dan kenyamanan semua yang terlibat. Namun, kejadian-kejadian seperti terpelesetnya pengunjung menunjukkan bahwa ada banyak hal yang perlu diperbaiki.
Pengunjung lain juga mengekspresikan keprihatinan mereka tentang kurangnya persiapan yang memadai. Pengalaman yang seharusnya menjadi momen berharga, justru terancam oleh berbagai masalah teknis yang seharusnya dapat dihindari dengan perencanaan yang lebih baik.
Pentingnya Evaluasi Pasca Acara
Saat acara berakhir, penting bagi pemerintah daerah untuk melakukan evaluasi menyeluruh. Hal ini tidak hanya untuk MTQ kali ini, tetapi juga untuk acara-acara mendatang yang mungkin memiliki skala serupa.
Evaluasi yang komprehensif akan membantu untuk mengidentifikasi kekurangan dan merencanakan perbaikan di masa depan. Dengan demikian, diharapkan acara keagamaan semacam ini dapat berlangsung dengan lebih baik dan memberikan pengalaman yang lebih positif bagi semua pihak yang terlibat.
Dalam konteks ini, penting bagi semua stakeholder untuk menyadari tanggung jawab mereka dalam menciptakan lingkungan yang aman dan nyaman. Keselamatan dan kenyamanan pengunjung tidak boleh diabaikan, terutama ketika acara tersebut melibatkan banyak orang dari berbagai kalangan.
Fokus pada Kualitas dan Keamanan
Pengalaman yang tidak menyenangkan bagi pengunjung seharusnya menjadi pelajaran bagi penyelenggara. Kualitas dan keamanan harus menjadi dua aspek yang tidak dapat dinegosiasikan dalam setiap perencanaan acara, terutama yang berskala besar.
Dengan anggaran yang cukup besar, diharapkan setiap detail kecil dapat diperhatikan. Dari fasilitas yang disediakan hingga akses masuk, semuanya harus siap dan layak untuk digunakan. Ini adalah tanggung jawab yang harus diemban oleh pemerintah dan penyelenggara acara.
Harapan untuk Masa Depan Acara Serupa
MTQ ke-59 Kota Medan seharusnya menjadi contoh yang baik dalam penyelenggaraan acara keagamaan. Namun, situasi yang terjadi saat ini menunjukkan bahwa masih banyak yang perlu diperbaiki. Harapan ke depan adalah agar semua pihak dapat bekerja sama untuk memastikan bahwa acara serupa di masa mendatang dapat berjalan dengan lebih baik.
Keberhasilan sebuah acara tidak hanya diukur dari jumlah peserta yang hadir, tetapi juga dari bagaimana pengalaman tersebut dirasakan oleh semua orang yang terlibat. Dengan perhatian yang lebih terhadap detail, diharapkan MTQ Medan 2026 ini dapat menjadi momen yang lebih berkesan dan bermakna.
